Beragama Islam
Tegakkan Islam di Hati kalian, niscaya Islam akan tegak di bumi kalian
-Syaikh Muhammah Bin Jamil Zainu-
Islam merupakan sebuah sistem kehidupan yang diatur oleh Alloh Azza wa Jalla untuk setiap manusia di permukaan bumi. Alloh Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan satu tujuan, yaitu untuk beribadah kepada-Nya. Seperti di dalam Al-quran, Alloh Azza wa Jalla berfirman:
Dan tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku. – Quran Surat Adzzariyat (56)-
Oleh sebab itu, ketika kita terlahir di bumi ini itu merupakan kehendak dari Alloh Azza wa Jalla untuk menghidupkan kita dan kemudian beribadah kepadaNya. Dalam kalimat yang indah, Ustad Murtadho dalam salah satu khutbah jum’atnya berpesan;
Setiap jiwa-jiwa manusia, mau di muslim atau tidak. Telah ada di pundak-pundaknya kewajiban untuk menyembah Alloh. Telah ada kewajiban di pundak-pundaknya untuk mengikuti segala aturan yang telah Alloh syariatkan untuk mahkluknya. Entah itu dia suka atau tidak!
Kita-lah manusia yang memiliki beban-beban kewajiban itu. Kita manusia yang diciptakan oleh Alloh Azza wa Jalla dari segumpal darah, menjadi manusia tegak yang dapat berjalan. Menjadi manusia, berarti kita telah masuk kedalam sebuah sistem Syariat Alloh Azza wa Jalla ; dimana dalam syariat Alloh Azza wa Jalla ada hak dan ada pula kewajiban, ada yang halal dan haram, ada perintah dan ada larangan, ada baik dan ada buruk. Mau kita ikuti atau tidak, pertanggung jawaban hanya pada diri kita masing-masing, karena secara sadar atau tidak sadar Alloh Azza wa Jalla telah memberikan petunjuk di setiap hati-hati kita agar mengikuti segala aturan yang Alloh Azza wa Jalla tetapkan. Sekarang, tinggal kemana kita membawa hati kita, apakah menutupinya atau mengikutinya?
Ketika kita berusaha menutupinya, maka sudah pasti jalan yang kita lewati adalah jalan orang-orang sesat dan jalan orang yang dimurkai. Karena Alloh Azza wa Jalla sudah menentukan jalan setiap muslim itu hanya satu, yaitu jalan yang lurus.
Ya Alloh , tunjukilah aku jalan yang lurus
-Surat Al-fatihah (6)-
Maka ketika manusia menyimpang dari jalan yang lurus ini, ia akan melakukan pelanggaran – pelanggaran yang menyelesihi syariat. Pelanggaran yang sebenarnya hati dapat mengetahuinya, namun sering kali hawa nafsu berusaha menyelewengkan petunjuk hati.
“Mintalah fatwa pada jiwamu. Mintalah fatwa pada hatimu (beliau mengatakannya sampai tiga kali). Kebaikan adalah sesuatu yang menenangkan jiwa dan menentramkan hati. Sedangkan kejelekan (dosa) selalu menggelisahkan jiwa dan menggoncangkan hati.”
(HR. Ad Darimi 2/320 dan Ahmad 4/228)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan-perbuatan yang di mata kalian lebih tipis daripada rambut, tetapi kami di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menganggapnya sebagai dosa-dosa yang membinasakan”
(HR.Bukhari)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir (yang selalu berbuat dosa) memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat tersebut”.
(HR. Bukhari)
Dan barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelasnya kebenaran baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang yang beriman, kami palingkan ia kemana ia hendak berpaling.(Q.S Annisa – 115)
Dan kami masukan ia kedalam nereka jahannam, dan jahannam itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.(Q.S Annisa – 115)
“Jangan terlalu yakin dengan banyaknya amal, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah amalan Anda diterima atau tidak?Dan jangan pula terlalu merasa aman dengan dosa-dosa Anda, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui, apakah diampuni dosa Anda atau tidak?Sesungguhnya amalan Anda gaib dari Anda, Anda tidak mengetahui apa yang Allah perbuat terhadap amalan Anda, apakah Allah jadikannya di dalam Sijjin (buku catatan dosa)? Ataukah dijadikan-Nya di dalam ‘Illyyin (buku catatan amal shalih)?”(Kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi)
